Jumat, 28 Agustus 2009

khatam Qur'an

اللّهمّ انس وحشتى في قبري. اللّهمّ ارحمني بالقران العظيم واجعله لي اماماوّّ نوراوّهدى وّرحمة. اللّهمّ ذكّرني منه ما نسيت وعلّمني منه ما جهلت وارزقني تلاوته اناءالليل واطراف النّهارواجعله لي حجة يّاربّ العلمين. امين
Alhamdulillah ya Allah... tepat malam rabu kemarin sepulang sholat tarawih khotam Qur'an, entah sudah yang keberapa, tapi rasa syukur ini insya Allah tak akan pernah terhenti dari lisan yang penuh dosa, tulus dari hati yang selalu sakit, mudah-mudahan dengan khotaman ini menjadi obat dari segala penyakit lahirian dan batiniah di bulan penuh rahmat. 

nashaihul ibad BAB III

Maqolah 46 dari Sufyan bin Uyainah, Radliyallahu Anhu, berkata:
من احب الله احبه من احبه الله تعالى, ومن احب من احبه الله تعالى احب مااحب فى الله تعالى, ومن احب مااحب فى الله تعالى احب ان لا يعرفه الناس. 
Barangsiapa cinta kepada Allah maka cinta terhadap orang yang dicintai Allah; barangsiapa cinta terhadap orang yang dicintai Allah, maka cinta perbuatan yang dilakukan karena cinta Allah; dan barangsiapa cinta perbuatan yang dilakuakan karena cinta allah, maka cinta melakukan perbuatan itu tanpa dengan diketahui manusia.
Dalam hubungan ini al-Asqolaniy ada menukilkan : bahwa Mahabbah (cinta) kepada Allah ada dua macam :
  1. Mahabbah Fardlu; yaitu Mahabbahh yang mendorong dilaksanakannya perintah-perintah Allah dan dijauhinya larangan-larangannya.
  2. Mahabbah sunnah; yaitu Mahabbah yang mendorong dibiasakannya mendorong dibiasakannya melakukan ibadah sunnah dan dijauhinya hal-hal yang syubhat.
Ash-Shiddieq mengatakan : barang siapa telah merasakan Mahabbah Allah yang murni maka apa yang ia rasakan itu dapat melupakannya dari keinginan dunia dan membuatnya merasa asing dari seluruh manusia.
Maqolah 47 dari Nabi Shallahu Alaihi Wasallam, bersabda :
صد ق المحبة فى ثلا ث خصال : ان يختاركلام حبيبه على كلا م غيره ويختار مجالسة حبيبه على مجالسة غيره, ويختاررضا حبيبه على رضا غيره.
Kesejatian cinta berada pada tiga hal : memilih ucapan kekasih ketimbang ucapan orang lain, memilih duduk bersama kekasih ketimbang bersama orang lain, dan memilih kerelaan kekasih ketimbang kerelaan orang lain.
Dalam pada itu, Yahya bin Mu’adz berkata: “Syukur biji sawi cintaku kepada allah itu lebih aku sukai dari pada beribadah selama 70 tahun.”
Maqolah 40
Tujuh bait syair gubrahan Imam al-Ghazaliy dalam bahir wafer, yaitu :
اتطلب ان تكون كثير مال - ويسمع منك قولك فى المقال
زمن كل النساء ترى ودادا - تسرّبه ومن كل الرجال
ويأ تيك الغنا وترى سعيدا – مها با مكرما وكثير مال
وتكفى كل حاد ثة ومكر - من الا عدا وممن كان وال
فقل يا حي يا قيوم الفا – مكمّلة على مرّالليالى
بليل اونهارانّ فى ما – اشرت اليه مرخص كل غال
فلازم ماذ كرتُ ولاتدعه – ففيهِ تبلغِ الر تب العوا لى
  • Adakah engkau ingin banyak berharta, 
    • Dan didengarkan omonganmu dalam forum bicara;
  • Juga beroleh cinta yang menyejukkan hati,
    • Dari setiap kaum wanita dan kaum lelaki;
  • Serta kaya raya dan hidup bahagia,
    • Juga berwibawa, mulia dan banyak harta;
  • Engkau merantasi setiap peristiwa dan tipu daya,
    • Dari para seteru dan pihak yang berkuasa;
  • Maka bacalah ‘Ya Haiyu Ya Qaiyuum’ seribu kali,
    • Ditunaikan dengan sempurna setiap malam hari;
  • Boleh malam atau siang hari, Karena yang pada demikian itulah,
    • Segala yang mahal menjadi murah.
  • Lakukanlah dengan baik !
  • Jangan tertinggal atau lalai !Karena dengan begitu,
    • engkau kan mencapai tingkat yang tinggi.

Senin, 24 Agustus 2009

mahabbah

cinta kepada Allah itu pangkal dari mengenali Allah, iffah itu tanda adanya yaqin, sedang pangkal yaqin adalah taqwa dan rela dengan takdir Allah.

Mahabbah (cinta kepada Allah) menjadi pangkal Ma'rifat (Mengenali Allah), sebagaimana dikenal dalam bidang sufi (tasawuf) ada tiga tingkat:
1. tingkat syari'at; yaitu tingkat beribadah kepada Allah, karena memang ibadah inilah yang menjadi tujuan syariatitu sendiri, menurut para ahli fiqih ialah : hukum-hukum yang dipaparkan oleh Allah kepada dan untuk kita semua.
2. tingkat Thariqot; yaitu suatu tingkatan di mana seseorang menuju hanya kepada Allah (bukan menuju kepada pahala Allah) dengan ilmu dan amal perbuatannya.
3. tingkat Ma'rifat; yaitu mengetahui segi-segi batiniah dalam semua perkara. dan ma'rifat inilah buah dari syari'at.

Senin, 17 Agustus 2009

Ya...Rab...mlm ini bgtu indah, usai hartamu trguyur hujan, namun saat q menatap,diri kecil ini ku basuh dalam balutan wudu, aku tersungkur dalam wadah sajadah ku dan ku rasa, mata ku berlinang bersimbah percikan air mata. Entah, hidup ini ku rasa begitu semakin dekat dengan pencipta-Nya, hati ini tergoyah dengan cobaan-Nya.
Sungguh hinanya Aku di mataMu,